DWIKI DHARMAWAN and World Peace Orchestra Concert
By admin • Mar 4th, 2010 • Category: festival, newsDwiki Dharmawan will be presented Dwiki Dharmawan-World Peace Orchestra “Discover Indonesia, Green, Blue and Genuine’ Live in Concert at Grha Sabha UGM, Jogjakarta 26 September 2010 featuring Sandy Sondhoro, Andien, Dira j Sugandi and Ivan Nestorman.

Dwiki Dharmawan also will play at Grha Bhakti Budaya TIM 29 September 2010 with Andy Suzuki, Guy Strazz, Hugh Fraser and manymore on “Sketches of Indonesia” live concert.

Dwiki Dharmawan’s music is innovative, intense and also emotional and draw its inspiration from many different sources with his spirit and compositional originality. He has ability with the various touches on the instrument, and familiar with classical and jazz repertoire but also has an affinity with his Indonesian traditional culture.
PRESS RELEASE
DWIKI DHARMAWAN
World Peace Orchestra ‘Discover Indonesia, Green-Blue and Genuine”
Graha Sabha Pramana UGM
Minggu, 26 September 2010 pukul 19.00 wib
Terus berkarya menjadi salah satu poin utama bagi musisi untuk tetap eksis dalam dunia musik. Capaian estetika itu juga menjadi tolok ukur bagaimana sang musisi merespon segala kejadian yang ada disekitar lingkungan atau dunianya.
Disela-sela kesibukan tour Internasional dan proyek-proyek musikalnya, pianis dan komposer Dwiki Dharmawan bersama World Peace Orchestra (WPO) akan menyempatkan menyapa publik Jogja dengan sebuah konser bertajuk “Discover Indonesia, Green Blue and Genuine” dengan menampilkan sejumlah karya baru dan gubahan khusus lagu-lagu Daerah/Folksong Indonesia yang begitu kaya dalam rangka Lustrum Fakultas Ekonomika dan bisnis UGM yang ke 55.
Dwiki Dharmawan mengajak serta sejumlah rekan-rekannya seperti Guy Strazz dan Hugh Fraser dari Australia. Andy Suzuki musisi Amerika yang bermukim di Berlin, Jerman, Philippe Ciminato asal Perancis dan musisi-musisi muda tanah air seperti Drummer Demas Narawangsa, Gitaris Nikita Dompas serta penyanyi Ivan Nestorman dan Dira J. Sugandi. Untuk memeriahkan pagelaran ini akan tampil tamu istimewa penyanyi Sandy Sondhoro dan Andien.
Sandy Sondhoro adalah penyanyi Indonesia yang lama menetap di Jerman, pernah menjadi juara bersama pada festival penyanyi muda internasional New Wave 2009 yang diadakan di pantai Yurmala, Latvia. sebelumnya ia juga pernah jadi salah satu finalis German Idol tahun 2007 lalu. Pria kelahiran Jakarta tersebut sudah hampir dua puluh tahun hidup di kota Hi-Tec, Berlin, Jerman, kerabat-kerabat musisi dari kalangan kulit hitam di kota multi-ras itu kerap menjulukinya “Indo-nigger” karena khas vokalnya yang begitu “hitam” dan jarang dimiliki penyanyi-penyanyi dari benua Asia
Andien yang bernama lengkap Andini Aisyah Hariadi adalah seorang penyanyi Indonesia yang telah merintis album perdananya “Bisikan Hati”, dan yang terbaru “Kirana” baru saja dirilis dan mendapatkan sambutan masyarakat dengan hits ‘Moving On” dan “Gemilang” karya lawas Dwiki Dharmawan dan Mira Lesmana. Selain itu bersama dengan Rieka Roeslan, Nina Tamam, Iga Mawarni, dan Yuni Shara membentuk kelompok vokal beranggotakan lima orang dengan nama 5 Wanita.
Dira J Sugandi adalah penyanyi Indonesia yang digarap produser kenamaan Bluey (Incognito) dan telah merilis album perdananya di Inggris. Dira juga terlibat dalam album Dwiki Dharmawan World Peace Orchestra.
Ivan Nestorman adalah penyanyi dan musisi asal Flores yang kerap mengangkat lagu-lagu asli daerahnya ke ranah nasional bahkan internasional. Ivan juga dikenal dsebagai musisi yang akrab dengan Brazillian Music.
Andy Suzuki dikenal sebagai saxophonis yang juga memainkan instrumen klarinet dan flute Karirnya sekitar 25 tahun didunia Jazz dengan ragam genre mulai dari traditional, straight-ahead jazz, modern jazz hingga fusion. Andy kerap tampil mendampingi musisi top seperti David Benoit, Dave Brubeck, Al Jarreau, Trilok Gurtu dan lain-lain.
Datang dari benua kangguru Australia, Guy Strazz dideskripsikan sebagai virtuoso di bidang electro-acoustic classical guitar. Ia meracik paduan Afro-Brazilian, acoustic Jazz dan klasik India dan pernah mempertontonkannya mulai dari India, Jepang, Australia hingga Jakarta.
Sedang Hugh Fraser mahir memainkan elektrik dan acoustic bass. Pertautannya dengan Indonesia dimulai dari kerja professionalnya bersama alm Bill Saragih dan jam sessions setiap ‘weekend’ bersama Indra Lesmana dan ayahnya alm Jack Lesmana.
Ketiga musisi diatas pernah berkolaborasi dengan Dwiki lewat World Peace Orchestra-nya. Kini ditambah sejumlah musisi lain, menjadikan Discover Indonesia tontonan alternatif di penghujung bulan September ini. Pada kesempatan ini akan tampil juga ISI Ethnic Ensemble, Paduan Suara Mahasiswa UGM serta Unit Tari UGM.
Konser ini didukung oleh BNI, Pertamina, Telkomsel dan Sido Muncul.
IInformasi Tiket pertunjukan silakan mengontak Hotline 08578-4795-8239 ( Vito Taruna )
————
PRESS RELEASE
DWIKI DHARMAWAN
SKETCHES OF INDONESIA
Usmar Ismail Hall
Gedung Pusat Perfilman PPHUI
Jl. HR. Rasuna Said Kav C 22
Kuningan – Jakarta Selatan
Rabu, 29 September 2010 pukul 19.30 wib
Terus berkarya menjadi salah satu poin utama bagi musisi untuk tetap eksis dalam dunia musik. Capaian estetika itu juga menjadi tolok ukur bagaimana sang musisi merespon segala kejadian yang ada disekitar lingkungan atau dunianya.
Disela-sela kesibukan tour Internasional dan proyek-proyek musikalnya, pianis Dwiki Dharmawan menyempatkan menyapa publik Jakarta dengan sebuah konser bertajuk “Sketches of Indonesia” dengan menampilkan sejumlah karya baru.
Dwiki Dharmawan juga mengundang sejumlah rekan-rekannya seperti Guy Strazz dan Hugh Fraser dari Australia. Andy Suzuki musisi Amerika yang bermukim di Berlin, Jerman, Philippe Ciminato asalPerancis dan musisi-musisi tanah air seperti Gerry Herb, Ivan Nestorman dan Dira J. Sugandi.
Andy Suzuki dikenal sebagai saxophonis yang juga memainkan instrumen klarinet dan flute Karirnya sekitar 25 tahun didunia Jazz dengan ragam genre mulai dari traditional, straight-ahead jazz, modern jazz hingga fusion. Andy kerap tampil mendampingi musisi top seperti David Benoit, Dave Brubeck, Al Jarreau, Trilok Gurtu dan lain-lain.
Datang dari benua kangguru Australia, Guy Strazz dideskripsikan sebagai virtuoso di bidang electro-acoustic classical guitar. Ia meracik paduan Afro-Brazilian, acoustic Jazz dan klasik India dan pernah mempertontonkannya mulai dari India, Jepang, Australia hingga Jakarta.
Sedang Hugh Fraser mahir memainkan elektrik dan acoustic bass. Pertautannya dengan Indonesia dimulai dari kerja professionalnya bersama alm Bill Saragih dan jam sessions setiap ‘weekend’ bersama Indra Lesmana dan ayahnya alm Jack Lesmana.
Ketiga musisi diatas pernah berkolaborasi dengan Dwiki lewat World Peace Orchestra-nya. Kini ditambah sejumlah musisi lain, menjadikan Sketches of Indonesia tontonan alternatif di penghujung bulan September ini.
Sketches of Indonsia didukung oleh Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata (Vote for Komodo), Dji Sam Soe, House of Piano, Wartajazz, Indie Jazz dan Farabi-Dwiki Dharmawan Music School.
I
nformasi undangan pertunjukan silakan mengontak Hotline 0878-8831-2353 ( Dina )
admin is
Email this author | All posts by admin


