Farabi Music Day 2 @Bugs Cafe

By dina • Aug 31st, 2007 • Category: news

Sudah satu dekade Lembaga Pendidikan Musik Farabi pimpinan musisi inspiratif Dwiki Dharmawan berdedikasi untuk membina, mengarahkan dan mengasah bakat bibit-bibit musisi muda yang menuntut ilmu di sana .  Dengan keyakinan ‘karena bakat saja tidak cukup’, Dwiki Dharmawan serta musisi handal yang turut mengajar, seperti Oele Pattiselanno, Gerry Herb, Pra Budi Dharma, Indro Hardjodikoro, Farabi menjadi salah satu institusi pembelajaran musik terkemuka di Indonesia.

Pada tanggal 24 Agustus 2007 lalu, LPM Farabi menggelar pagelaran musik yang menampilkan  band para siswa LPM Farabi dari cabang Dharmawangsa, Bintaro, Hang Lekir, Kelapa Gading, Cempaka Mas, Bogor dan Cibubur.  Pagelaran ‘Farabi Music 2’ yang digelar di Bugs Café – Pondok Indah penuh sesak oleh siswa LPM Farabi beserta teman dan keluarganya.  Mulai dari mereka yang hanya sekedar menonton, hingga mereka yang menjadi supporter berteriak-teriak menyemangati temannya yang naik panggung.  Sepuluh finalis yang berkompetisi untuk posisi puncak adalah Selonia, Ji Yu, Limited Edition, R.W.H., Hekta, Reverse, D’Aiya, White Heaven, Azel & Friend dan Potenzio.  Pada kesempatan tersebut, kesepuluh band finalis menampilkan lagu karya dan kekreatifan aransemen mereka sendiri.  Penampilan mereka dinilai oleh Nyak Ina Raseuki (Ubiet), Bens Leo dan Dwiki Dharmawan.  Sungguh suatu kesempatan yang amat istimewa! Seperti biasa, kriteria yang dinilai adalah orisinalitas, harmoni, aransemen, teknik serta penampilan secara keseluruhan.  Selain lima band terbaik, para juri juga memilih yang terbaik untuk kategori vokalis, drummer, keyboardist, gitaris dan basis.

Karena pagelaran ‘Farabi Music Day’ sendiri adalah tradisi tahunan, acara yang disponsori oleh Coca Cola dan Nokia ini turut disemarakkan oleh tiga band terbaik dari ‘Farabi Music Day 1’ yang diadakan tahun lalu, yaitu Captain Hook, D’Interyo dan Flinstone.  Tak mau ketinggalan untuk unjuk gigi adalah drummer muda Raffi dan mantan penyanyi cilik, Joshua Suherman Hattrick Band. Menariknya Joshua membawakan nomor lagu hit-nya dimasa anak-anak, “Diobok-obok” dan lagu berbahasa Jawa, keduanya beraransemen rock. MAsih ada lagi penampilan enam bassist yang seluruhnya adalah lulusan LPM Farabi, dan sekarang mereka bermain bersama beberapa grup ternama. Diperkuat dengan drummer Rayendra (dummer Parkdrive) yang juga lulusan LPM Farabi, keenam bassist pimpinan Berrry Likumahua (bassist Glen Fredly) memainkan dua lagu dengan amat seru dan unik.

Pada kesempatan yang sama, album ‘Farabi Music Day 1’ keluaran Musikita Records dirilis.  Mereka yang tampil dalam rekaman tersebut adalah sepuluh finalis dari ‘Farabi Music Day 1’.  Selain Captain Hook, D’Interyo dan Flinstone, band yang turut berpartisipasi dalam album ini adalah Lamp Band, Green Light, Red, Banana Split, Vodka dan Dago Percussion.  Jangan sampai melewatkan aksi musisi didikan Farabi. Mungkin suatu hari mereka akan jadi musisi ternama di Indonesia.  Untung Farabi mau memberikan mereka kesempatan untuk mengekspresikan hasrat bermusik mereka!

Sebuah catatan dari pengamat musik , Bens Leo, bahwa musisi menguasai dunia musik negeri tetangga, seperti Singapura dan . Lahirnya musisi muda dari LPM Farabi diharapkan dapat meneruskan para seniornya. Hal ini bukan tidak mungkin, karena Dwiki Dharmawan, sang pemilik sekolah, kini sedang memiliki proyek musik kelas dunia yang melibatkan musisi dari manca negara.

dina is
Email this author | All posts by dina

Leave a Reply